Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra 2018 di Kota Banjarbaru

Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS) telah berlangsung lebih dari satu dekade. Pada tahun 2018 ini, bertepatan dengan 1439 H, Agenda TPSS di Kota Banjarbaru akan dihelat untuk yang ke-15 kalinya pada tanggal 2-3 Juni 2018. Kali ini, TPSS secara khusus mengambil tema Membumikan Langit.

Perjalanan panjang ini telah mampu membuka wawasan, wacana, dan ruang kerja baru terhadap kesusastraan di Kalimantan Selatan. Setiap tahunnya dengan tema yang berganti-ganti telah banyak capaian dan pengembangan yang kami lakukan. Hal ini menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan pembacaan kembali dan melihat perspektif baru terhadap TPSS XV pada tahun ini.

Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra 2018 di Kota Banjarbaru
Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra 2018 di Kota Banjarbaru 

Setelah lebih dari satu dekade berlangsungnya TPSS, bagi kami TPSS adalah upaya membaca sebuah kaitan antara dulu, kini dan akan datang. Kemudian kami juga berupaya membuat sebuah gerakan yang artistik terhadap puisi dan seni. Semangat yang mendasari kami adalah bahwa puisi harus selalu diterima dan disebarkan sebagai pengalaman sehari-hari. Keberterimaan dan kemampuan membaca wacana baru terhadap ruang puisi merupakan bagaian dari sifat kekontemporeran saat ini dalam memandang puisi dan seni.

Pada setiap gelarannya TPSS selalu mampu memberikan kesegaran baik secara tematik dan juga secara pertunjukan. Pada tahun ini tema yang kami pilih adalah “Mebumikan Langit”. Tema ini dipilih untuk mengingatkan kita kembali atas perjalanan panjang TPSS yang sudah mencapai usia lima belas. Segala macam kejadian harus menjadi pembelajaran dan segala capaian harus jadi acuan ke depan.

Membumikan langit secara implisit juga bisa dimaknai sebagai upaya mengingat kembali puisi sebagai sebuah identitas kebudayaan, sebagai sebuah literal lisan pada yang lalu, dan tentu saja sebagai sebuah bagian dari pragmen kesejarahan manusia dan lingkungannya yang kemudian coba digali kembali sebagai sesuatu yang lebih esensial yang mampu memberikan kecerahan terhadap masyarakat yang lebih luas. Puisi seharusnya mampu menjadi sebuah perilaku, bukan sekedar perlakuan teknis dalam menyusun kalimat berbait-bait.

Pada kesempatan TPSS XV ini kami juga ingin mengembalikan puisi sebagai salah satu pertunjukan kesenian yang memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat yang tidak melulu berbicara persoalan finansial dan euphoria pragmatis. Untuk memulihkan dialog antara puisi dan seni lainnya seperti teater, tari, musik, film, dan lukisan agar puisi tidak lagi dianggap sebagai bentuk seni yang ketinggalan zaman, tetapi lebih jauh memungkinkan masyarakat secara keseluruhan mendapatkan dan menegaskan kembali identitasnya.

Kami mengajak para seniman untuk menemukan berbagai bentuk pertunjukan yang ber-platform puisi sebagai gerakan membumikan langit menuju masa depan yang tidak terbatas agar jalan puisi yang mampu menembus langit dan tumbuh subur di bumi.

Info Acara: Tadarus Puisi & Silaturahmi Sastra 2018 (Membumikan Langit)