Badamaran, Tradisi Warga Batuampar Cempaka

Jauh dari keramaian dan gemerlap lampu kota, walaupun listrik telah ada, namun warga Batuampar Cempaka memiliki tradisi Badamaran dengan memasang penerangan yang disusun rapi di depan rumah rumah mereka. Berbagai macam bahan sekitar mereka gunakan mulai dari bambu, kayu, daun, bahkan cangkang keong.

Tradisi ini dahulunya menggunakan damar, sejenis getah resin yang mudah terbakar namun karena damar kini sukar didapatkan maka sebagai penggantinya mereka menggunakan minyak tanah dan solar, karena harganya masih cukup mahal, mereka menyalakan “Badamaran” hanya di malam malam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. (Banjarbaru Dalam Lensa)